Saturday, 28 January 2017

Lirik Lagu Photograph - Ed Sheeran Dan Terjemahan

Assalamualaikum semua :')

.

Macam biasa, kalau aku share lirik lagu, mesti ada makna di sebalik lirik lagu tu. Tak kisahlah makna apa pun, yang penting ada makna. Takdelah lagu yang maknanya tak masuk akal macam lagu tekkkkk. Huuu. Tak boleh mention tajuk lagu tu. Nanti free je kena kecam. Aku tak nak!!!

So... Lirik lagu kali ni yang aku nak share ialah lirik lagu Photograph by Ed Sheeran.

Asyik lagu english je. Mananya lagu Melayu. Kan???? Hehe. Actually, aku jarang dan kurang dengar lagu Melayu. Tapi takpe. Next entry aku share lirik lagu Melayu. Ada satu lagu Melayu ni yang aku rasa liriknya sangat menyentuh kalbu. Cewah!!!

Ok lah. Malas nak intro panjang-panjang. Ni, lirik lagu Photograph by Ed Sheeran.

Make sure korang baca lirik lagu ni sambil korang dengar lagu ni kat earphone. Barulah feel, kannn?

Ok, let's sing!

********************************************************************************

Lirik Lagu PHOTOGRAPH by ED SHEERAN

.

Loving can hurt, loving can hurt sometimes
Mencintai bisa menyakitkan, mencintai terkadang bisa menyakitkan

But it's the only thing that I know
Tapi itulah satu-satunya yang kutahu

When it gets hard, you know it can get hard sometimes
Saat keadaan terasa sulit, kau tahu kadang keadaan bisa sulit

It is the only thing that makes us feel alive
Inilah satu-satunya yang membuat kita merasa hidup

II
We keep this love in a photograph
Kita simpan cinta ini di dalam foto

We made these memories for ourselves
Kita buat kenangan ini untuk diri kita
sendiri

Where our eyes are never closing
Dimana mata kita tak pernah terpejam

Our hearts are never broken
Hati kita tak pernah patah

And time's forever frozen, still
Dan waktu selamanya beku, diam

KORUS
So you can keep me
Hingga kau bisa menyimpanku

Inside the pocket of your ripped jeans
Di dalam saku celana robekmu

Holding me close until our eyes meet
Mendekapku erat hingga mata kita
bertemu

You won't ever be alone, wait for me to come home
Kau takkan pernah sendiri, tunggulah aku pulang

Loving can heal, loving can mend your soul
Mencintai bisa menyembuhkan, mencintai bisa merajut jiwamu

And it's the only thing that I know, know
Dan itulah satu-satunya yang kutahu, kutahu

BACK TO II
We keep this love in a photograph
Kita simpan cinta ini di dalam foto

We made these memories for ourselves
Kita buat kenangan ini untuk diri kita
sendiri

Where our eyes are never closing
Dimana mata kita tak pernah terpejam

Our hearts are never broken
Hati kita tak pernah patah

And time's forever frozen, still
Dan waktu selamanya beku, diam

KORUS
So you can keep me
Hingga kau bisa menyimpanku

Inside the pocket of your ripped jeans
Di dalam saku celana bututmu

Holding me close until our eyes meet
Mendekapku erat hingga mata kita
bertemu

You won't ever be alone
Kau takkan pernah sendiri

And if you hurt me
Dan jika kau menyakitiku

That's okay baby, only words bleed
Tak mengapa kasih, hanya kata-kata berdarah

Inside these pages you just hold me
Di dalam halaman ini kau hanya
mendekapku

And I won't ever let you go
Dan aku takkan pernah melepasmu

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

So you can fit me
Kau bisa menaruhku

Inside the necklace you got when you were sixteen
Di dalam kalung yang kau miliki saat usiamu enam belas tahun

Next to your heartbeat where I should be
Di dekat detak jantungmu dimana
harusnya kuberada

Keep it deep within your soul
Simpanlah dalam-dalam di jiwamu

And if you hurt me
Dan jika kau melukaiku

Well that's okay baby, only words bleed
Yah tak mengapa kasih, hanya kata-kata berdarah

Inside these pages you just hold me
Di dalam halaman ini, kau hanya
mendekapku

And I won't ever let you go
Dan aku takkan pernah melepasmu

When I'm away, I will remember how
you kissed me
Saat aku jauh darimu, aku kan ingat
bagaimana kau menciumku

Under the lamppost back on Sixth street
Di bawah tiang lampu di belakang jalan Enam

Hearing you whisper through the phone
Mendengarmu berbisik di telefon

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

********************************************************************************

Thanks guys for reading this entry and sing one of my favourite song. Huhu. Terharu sangat! Sobs T_T

Lain kali kalau aku rajin and ada masa, aku share lagi lirik lagu lain and update banyak-banyak entry, k?
Sekarang ni serious aku tulis kau, aku memang sangat buzy! Busy with my priorities whish are homeworks and study. And busy jugak with my business yang tengah nak naik sekarang ni. Walaupun aku ni just a dropshipper, tapi kesibukan tu terasa jugak tau.

That's why, aku hanya akan update new entry bila aku rajin dan ada masa. Kalau rajin sahaja tapi takde masa tak boleh jugak kan? And kalau ada masa tapi mood malas pun tak boleh. Kena rajin dan ada masa. Atau dalam erti kata lain, kena ada masa dan tak malas. Eh, sama je kan? Ah, lantaklah! Yang penting aku faham. Hehehe XD

Ok lah uols semua. I end up this entry here. Assalamualaikum and bye, peeps ;)

.
.

Thanks for reading this entry ^_^

.
.

Cc: Terjemahan Lirik Lagu Barat - Song Lyric Translation ; Photograph | Ed Sheeran

Sunday, 25 December 2016

Lirik Lagu Daylight - Maroon 5

Assalamualaikum semua :')

.

Kali ni aku nak share lirik lagu Daylight by Maroon 5.

Aku suka sangat lagu ni. DAYLIGHT. This song made me thinking of something.

Aku ni nampak je tought. Tapi sebenarnya hati aku lembut. Aku memang susah nak nangis. Kalau setakat dengar ceramah kat sekolah tu, hem... Aku relax je. Tak nangis pun. Tapi.... For certain things, air mata ni akan gugur jugak. Contohnya, bila aku dengar lagu ni.

Cuba korang hayati betul-betul lirik lagu ni. Sedih tau! T_T

***

DAYLIGHT by MAROON 5

.

Here I am waiting, I’ll have to leave soon
Di sini aku menunggu, aku harus segera pergi
Why am I holding on?
Kenapa aku bertahan?
We knew this day would come, we knew it all along
Kita tahu hari ini akan tiba, kita sudah lama tahu
How did it come so fast?
Bagaimana saat ini datang begitu cepat?
This is our last night but it’s late
Ini adalah malam terakhir kita, tapi ini sudah larut
And I’m trying not to sleep
Dan aku berusaha tak tertidur
Cause I know, when I wake, I will have to slip away
Karena aku tahu, saat terbangun, aku harus pergi

CHORUS
And when the daylight comes I’ll have to go
Dan ketika pagi menjelang, aku harus pergi
But tonight I’m gonna hold you so close
Tapi malam ini aku kan mendekapmu erat
Cause in the daylight we’ll be on our own
Karena saat pagi datang, kita kan berpisah
But tonight I need to hold you so close
Tapi malam ini aku harus mendekapmu erat
Oh-woah, oh-woah, oh-woah
Oh-woah, oh-woah, oh-woah

Here I am staring at your perfection
Di sini aku menatap kesempurnaanmu
In my arms, so beautiful
Dalam dekapanku, begitu cantik
The sky is getting back, the stars are
burning out
Langit mulai terang, cahaya bintang mulai pudar
Somebody slow it down
Seseorang, perlambatlah waktu
This is way too hard, cause I know
Ini sangat berat, karena aku tahu
When the sun comes up, I will leave
Ketika mentari tiba, aku kan pergi
This is my last glance that will soon be memory
Inilah terakhir kali kan kulihat dirimu, dan akan segera jadi kenangan

CHORUS

I never wanted to stop
Aku tak pernah ingin berhenti
Because I don’t wanna stuck alone babe,
stuck alone babe
Karena aku tak ingin terus sendirian
I was afraid of the dark
Aku takut dengan gelap
But now it’s all that I want, all that I
want, all that I want
Tapi kini, hanya itulah yang kuinginkan

CHORUS (2x)

Oh-woah (yeah), oh-woah (yeah), oh-woah (yeah)
Oh-woah (yeah), oh-woah (yeah), oh-
woah!

*****

Btw, ni lagu lama. Entah album Maroon 5 yg keberapa. Yang pasti lagu lama.

.

Thanks for reading this entry ^_^

Saturday, 5 November 2016

He's Gone | Al-Fatihah

Assalamualaikum semua :')

.

I want him.
But he's gone.

Khamis
02.11.2016
6.11 am
•Innalillahiwainnailaihiroojiun•

Allah lebih menyayanginya :')

Melihat jenazah yang tenang buat aku bertambah sedih.
Dia kuat.
Kuat melawan sakitnya.
Sampai saat hembusan nafas terakhirnya.

Orang tak tahu apa, bolehlah bercakap besar.
Kata itu ini.
Tapi aku tahu apa yang dia lalui.
Aku lihat dengan mata kepala sendiri.

Rupa-rupanya rungutannya untuk pulang ke rumah,
Adalah mesej bahawa dia ingin 'dijemput' dan 'pulang' ketika berada di rumah.
Bersama isteri, anak-anak serta cucu-cucunya.
Alhamdulillah, terlaksana :')

I am lost.
Rasa tak kuat.

Masih terngiang-ngiang pesanannya setahun yang lepas;
"Mung buatlah, asal mung sihat." -Him
I will, tokki :')

Dan masih terngiang-ngiang pesanannya kepada emakku sehari sebelum dia 'pergi';
"Mung jaga mok (tok) molek."
She will, tokki.
We will :')

:') < Ini adalah senyuman
Tapi hakikatnya aku menaip coretan ini dengan linangan air mata dan esakan.

Nampak mudah.
Tapi, hakikatnya susah!

Menerima pemergian itu mudah.
Tapi, menerima kehilangan itu tidak semudah yang disangka.
Perit!

He's my one and only.
And now, he's gone.
Gone to the right place.
Gone to the best place.
Meeting his Creator.
Meeting the Almighty.
After all of the hard times he's gone through.

I pray for good.
We pray for good.
Let's pray for good.

*****

Me: Tokki, ngucap.
Tokki: ...
Me: Tokki ikut ambe, eyh?
Tokki: ...
Me: Asyhadualla ilaa hailallah
Tokki: Asyhadualla ilaa hailallah
Me: Wa asyhaduanna muhammadarrosulullah (*nada sebak tahan nangis)
Tokki: Wa asyhaduanna muhammadarrosulullah

*****

After this,
No more his voice.
After this,
No need to visit him at the hospital.
After this,
No need to think about his illness.
After this,
No more tokki.
After this,
No need to worry about him.
After this,
No need to play truant cuz of him.
After this,
No more...

*********

First call; "Tokki nazak."

A few minutes later,

Second call; "Tokki takdok doh."

INNALILLAHIWAINNAILAIHIROOJIUN.

He's gone.
He's gone for good.
Yet, I still feel like he's still here.
Still with me.

*****

Tokki,
Although I have no chance;
To see you again.
To see your face again.
To hear your voice again.
In flesh and blood.
But it's OK.
Because you'll always in my mind.
And the memories..
Will always be remembered.

*****

Mungkinkah terputus di tengah jalan
Mungkinkah terlerai tanpa ikatan.
Segalanya ketentuan Tuhan....

*****

Bye, tokki.
Rest in peace :')

*****

Semoga roh-nya dicucuri rahmat Dia Yang Maha Esa, diringankan azab kubur, dipermudahkan segala urusan di alam barzakh dan ditempatkan di galangan orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Al-Fatihah!

.

Thanks for reading this entry ^_^

.

My tokki during he was admitted to the ward at Hospital Sultanah Nur Zahirah (HSNZ).

Wednesday, 26 October 2016

Mana Mak?

Assalamualaikum semua :')

Entri kali ni adalah perkongsian dari seorang kawan aku di group whatsapp. Mungkin korang pernah baca mesej ni. Dan mungkin juga tidak. Papepun, selamat membaca dan hayatilah setiap bait ayat :')

Selamat membaca ^_^

***

Serius! Mengalir air mata aku.

MANA MAK???

Renung2kan....

***

Jam 6.30 petang.
Mak berdiri di depan pintu. Wajah Mak kelihatan resah. Mak tunggu adik bongsu balik dari sekolah agama.

Ayah baru balik dari sawah.
Ayah tanya Mak, “Along mana?’
Mak jawab, “Ada di dapur tolong siapkan makan.”
Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?”
Mak jawab, “Angah mandi, baru balik main bola.”
Ayah tanya Mak, “Ateh mana?”
Mak jawab, “Ateh, Kak Cik tengok tv dengan Alang di dalam.”
Ayah tanya lagi, “Adik dah balik?”
Mak jawab, “Belum. Patutnya dah balik. Basikal adik rosak kot. Kejap lagi kalau tak balik juga jom kita pergi cari Adik.”

Mak jawab soalan ayah penuh yakin. Tiap-tiap hari ayah tanya soalan yang sama. Mak jawab penuh perhatian. Mak ambil berat di mana anak-anak Mak dan bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap masa dan setiap ketika.

Dua puluh tahun kemudian
Jam 6.30 petang

Ayah balik ke rumah. Baju ayah basah. Hujan turun sejak tengahari.

Ayah tanya Along, “Mana Mak?”
Along sedang membelek-belek baju barunya. Along jawab, “Tak tahu.”
Ayah tanya Angah, “Mana Mak?”
Angah menonton tv. Angah jawab, “Mana Angah tahu.”
Ayah tanya Ateh, “Mana Mak?”
Ayah menunggu lama jawapan dari Ateh yang asyik membaca majalah.
Ayah tanya Ateh lagi, "Mana Mak?"
Ateh menjawab, “Entah.”
Ateh terus membaca majalah tanpa menoleh kepada Ayah.
Ayah tanya Alang, “Mana Mak?”
Alang tidak jawab. Alang hanya mengoncang bahu tanda tidak tahu.

Ayah tidak mahu tanya Kak Cik dan Adik yang sedang melayan facebook. Ayah tahu yang Ayah tidak akan dapat jawapan yang ayah mahu.

Tidak ada siapa tahu di mana Mak. Tidak ada siapa merasa ingin tahu di mana Mak. Mata dan hati anak-anak Mak tidak pada Mak. Hanya mata dan hati Ayah yang mencari-cari di mana Mak.
Tidak ada anak-anak Mak yang tahu setiap kali ayah bertanya, "Mana Mak?"

Tiba-tiba adik bongsu bersuara, “Mak ni dah senja-senja pun merayap lagi. Tak reti nak balik!!”

Tersentap hati Ayah mendengar kata-kata Adik.
Dulu anak-anak Mak akan berlari mendakap Mak apabila balik dari sekolah. Mereka akan tanya "Mana Mak?" apabila Mak tidak menunggu mereka di depan pintu.

Mereka akan tanya, "Mana Mak." Apabila dapat nombor 1 atau kaki melecet main bola di padang sekolah. Mak resah apabila anak-anak Mak lambat balik. Mak mahu tahu di mana semua anak-anaknya berada setiap waktu dan setiap ketika.

Sekarang anak-anak sudah besar. Sudah lama anak-anak Mak tidak bertanya "Mana Mak?"

Semakin anak-anak Mak besar, soalan "Mana Mak?" semakin hilang dari bibir anak-anak Mak .

Ayah berdiri di depan pintu menunggu Mak. Ayah resah menunggu Mak kerana sudah senja sebegini Mak masih belum balik. Ayah risau kerana sejak akhir-akhir ini Mak selalu mengadu sakit lutut.

Dari jauh kelihatan sosok Mak berjalan memakai payung yang sudah uzur. Besi-besi payung tercacak keluar dari kainnya. Hujan masih belum berhenti. Mak menjinjit dua bungkusan plastik. Sudah kebiasaan bagi Mak, Mak akan bawa sesuatu untuk anak-anak Mak apabila pulang dari berjalan.

Sampai di halaman rumah Mak berhenti di depan deretan kereta anak-anak Mak. Mak buangkan daun-daun yang mengotori kereta anak-anak Mak. Mak usap bahagian depan kereta Ateh perlahan-lahan. Mak rasakan seperti mengusap kepala Ateh waktu Ateh kecil. Mak senyum. Kedua bibir Mak diketap repat. Senyum tertahan, hanya Ayah yang faham. Sekarang Mak tidak dapat lagi merasa mengusap kepala anak-anak seperti masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka sudah besar. Mak takut anak Mak akan menepis tangan Mak kalau Mak lakukannya.

Lima buah kereta milik anak-anak Mak berdiri megah. Kereta Ateh paling gah. Mak tidak tahu pun apa kehebatan kereta Ateh itu. Mak cuma suka warnanya. Kereta warna merah bata, warna kesukaan Mak. Mak belum merasa naik kereta anak Mak yang ini.

Baju mak basah kena hujan. Ayah tutupkan payung mak. Mak bagi salam. Salam Mak tidak berjawab. Terketar-ketar lutut Mak melangkah anak tangga. Ayah pimpin Mak masuk ke rumah. Lutut Mak sakit lagi.

Mak letakkan bungkusan di atas meja. Sebungkus rebung dan sebungkus kuih koci pemberian Mak Uda untuk anak-anak Mak. Mak Uda tahu anak-anak Mak suka makan kuih koci dan Mak malu untuk meminta untuk bawa balik. Namun raut wajah Mak sudah cukup membuat Mak Uda faham.

Semasa menerima bungkusan kuih koci dari Mak Uda tadi, Mak sempat berkata kepada Mak Uda, "Wah berebutlah budak-budak tu nanti nampak kuih koci kamu ni."

Sekurang-kurangnya itulah bayangan Mak. Mak bayangkan anak-anak Mak sedang gembira menikmati kuih koci sebagimana masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka berebut dan Mak jadi hakim pembuat keputusan muktamad. Sering kali Mak akan beri bahagian Mak supaya anak-anak Mak puas makan. Bayangan itu sering singgah di kepala Mak.

Ayah suruh Mak tukar baju yang basah itu. Mak akur.

Selepas Mak tukar baju, Ayah iring Mak ke dapur. Mak ajak anak-anak Mak makan kuih koci. Tidak seorang pun yang menoleh kepada Mak. Mata dan hati anak-anak Mak sudah bukan pada Mak lagi.

Mak hanya tunduk, akur dengan keadaan.

Ayah tahu Mak sudah tidak boleh mengharapkan anak-anak melompat-lompat gembira dan berlari mendakapnya seperti dulu.

Ayah temankan Mak makan. Mak menyuap nasi perlahan-lahan, masih mengharapkan anak-anak Mak akan makan bersama. Setiap hari Mak berharap begitu. Hanya Ayah yang duduk bersama Mak di meja makan setiap malam.

Ayah tahu Mak penat sebab berjalan jauh. Siang tadi Mak pergi ke rumah Mak Uda di kampung seberang untuk mencari rebung. Mak hendak masak rebung masak lemak cili api dengan ikan masin kesukaan anak-anak Mak.

Ayah tanya Mak kenapa Mak tidak telefon suruh anak-anak jemput. Mak jawab, "Saya dah suruh Uda telefon budak-budak ni tadi. Tapi Uda kata semua tak berangkat."

Mak minta Mak Uda telefon anak-anak yang Mak tidak boleh berjalan balik sebab hujan. Lutut Mak akan sakit kalau sejuk. Ada sedikit harapan di hati Mak agar salah seorang anak Mak akan menjemput Mak dengan kereta. Mak teringin kalau Ateh yang datang menjemput Mak dengan kereta barunya. Tidak ada siapa yang datang jemput Mak.

Mak tahu anak-anak mak tidak sedar telefon berbunyi. Mak ingat kata-kata ayah, “Kita tak usah susahkan anak-anak. Selagi kita mampu kita buat saja sendiri apa-apa pun. Mereka ada kehidupan masing-masing. Tak payah sedih-sedih. Maafkan sajalah anak-anak kita. Tak apalah kalau tak merasa menaiki kereta mereka sekarang. Nanti kalau kita mati kita masih ada peluang merasa anak-anak mengangkat kita kat bahu mereka.”

Mak faham buah hati Mak semua sudah besar. Along dan Angah sudah beristeri. Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik masing-masing sudah punya buah hati sendiri yang sudah mengambil tempat Mak di hati anak-anak Mak.

Pada suapan terakhir, setitik air mata Mak jatuh ke pinggan.
Kuih koci masih belum diusik oleh anak-anak Mak.

Beberapa tahun kemudian Mak Uda tanya Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik, “Mana mak?”. Hanya Adik yang jawab, “Mak dah tak ada.”
Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik tidak sempat melihat Mak waktu Mak sakit.

Kini Mak sudah berada di sisi Tuhannya bukan di sisi anak-anak Mak lagi.

Dalam esakan tangis, Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik menerpa kubur Mak. Hanya batu nisan yang berdiri terpacak. Batu nisan Mak tidak boleh bersuara. Batu nisan tidak ada tangan macam tangan Mak yang selalu memeluk erat anak-anaknya apabila anak-anak datang menerpa Mak semasa anak-anak Mak kecil dulu.

Mak pergi semasa Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik berada jauh di bandar. Kata Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik mereka tidak dengar handphone berbunyi semasa ayah telefon untuk beritahu mak sakit tenat.

Mak faham, mata dan telinga anak-anak Mak adalah untuk orang lain bukan untuk Mak.

Hati anak-anak Mak bukan milik Mak lagi. Hanya hati Mak yang tidak pernah diberikan kepada sesiapa, hanya untuk anak-anak Mak..

Mak tidak sempat merasa diangkat di atas bahu anak-anak Mak. Hanya bahu ayah yang sempat mengangkat jenazah Mak dalam hujan renyai.

Ayah sedih sebab tiada lagi suara Mak yang akan menjawab soalan Ayah,

"Mana Along?" , "Mana Angah?", "Mana Ateh?", "Mana Alang?", "Mana Kak Cik?" atau "Mana Adik?". Hanya Mak saja yang rajin menjawab soalan ayah itu dan jawapan Mak memang tidak pernah silap. Mak sentiasa yakin dengan jawapannya sebab mak ambil tahu di mana anak-anaknya berada pada setiap waktu dan setiap ketika. Anak-anak Mak sentiasa di hati Mak tetapi hati anak-anak Mak ada orang lain yang mengisinya.

Ayah sedih. Di tepi kubur Mak, Ayah bermonolog sendiri, "Mulai hari ini tidak perlu bertanya lagi kepada Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik , "Mana mak?" "

Kereta merah Ateh bergerak perlahan membawa Ayah pulang. Along, Angah, Alang dan Adik mengikut dari belakang. Hati ayah hancur teringat hajat Mak untuk naik kereta merah Ateh tidak kesampaian. Ayah terbayang kata-kata Mak malam itu, "Cantiknya kereta Ateh, kan Bang? Besok-besok Ateh bawalah kita jalan-jalan kat Kuala Lumpur tu. Saya akan buat kuih koci buat bekal."

"Ayah, ayah....bangun." Suara Ateh memanggil ayah. Ayah pengsan sewaktu turun dari kereta Ateh..

Terketar-ketar ayah bersuara, "Mana Mak?"

Ayah tidak mampu berhenti menanya soalan itu. Sudah 10 tahun Mak pergi namun soalan "Mana Mak?" masih sering keluar dari mulut Ayah sehingga ke akhir usia.

***

Sebuah cerita pendek buat tatapan anak-anak yang kadang-kadang lupa persaan ibu. Kata orang hidup seorang ibu waktu muda dilambung resah, apabila tua dilambung rasa.

Kata Rasulullah saw, "ibu 3 kali lebih utama dari ayah."

Bayangkanlah berapa kali ibu lebih utama dari isteri, pekerjaan dan anak-anak sebenarnya. Solat sunat pun Allah suruh berhenti apabila ibu memanggil.

Sharekan pada yang lain supaya lebih ramai yang sedar akan hal ni :')

***

Aku tak lahir dari family yang kaya-raya. Transport family aku untuk ke hulu ke hilir cuma motor je. Kereta tak ada. Aku sekeluarga tak pernah pun keluar makan sama-sama. Kalau ada pun dulu-dulu waktu aku 3 hingga 10 tahun. Itupun ayah aku takde. Aku sekeluarga tak pernah pergi bercuti satu family. Kalau pernah pun, ayah dan abang aku tak ikut. Pergi pun just ke rumah saudara-mara. Naik bas. Sampai sana duduk je lah kat rumah. Lepas tu balik Terengganu. That's all.

Sebab tu, aku selalu bercakap dengan kakak aku yang kitorang

> nak belajar sungguh-sungguh, kumpul duit beli kereta dan bawak family kitorang jalan-jalan dengan kereta tu.
> nak keluar makan sama-sama dengan family and nak belanja family kitorang.
> nak pergi bercuti satu family. Tak kisahlah dalam ataupun luar begara asalkan bercuti. Kalau boleh, aku nakkkkkk sangat bawak mak aku pergi buat umrah dan haji. Aminnnn.
> nak bawak family aku especially parents aku jelajah satu Malaysia dan dunia. Nak pergi Eropah, Tanah Arab, Asia Tenggara, Asia Timur etc.
> nak beli barang mahal-mahal dan branded untuk family. Dapat belanja baju raya from butik Leeyanarahman.co dan Elrah Eksklusif pun jadilah.

Uuuu. Aku harap sangat angan-angan dan impian aku dan kakak aku ni jadi realiti. Amin Ya Rabbal Alamin :')

.

Thanks for reading this entry ^_^

Saturday, 15 October 2016

Lirik Lagu Heaven's Key - 786

Assalamualaikum semua :')

.

Hari ni aku share one more song yang bagi aku deep jugak ar. Aku dapat tahu lagu ni tahun lepas through Hlovate's novel entitled Anthem. Hlovate's last novel sebelum beliau mendiamkan diri tanpa sebarang naskhah baru sejak tahun 2011 hinggalah sekarang. Senyak ssunyi ssepi ssedu bak kata orang Ganu.

Lagu ni dah lama tapi masih lagi "hidup". Try dengar dah fahami maknanya. Deep sangat.

Enjoy!

***

I wonder if I've been good today
I didn't hurt nobody
So why am I afraid to pass away
Strange thought I have, as I lay

I have faith in me somewhere
and I love Allah
Someday I'll spark that fire
I'm going to start now

Heaven's keys
I dropped heaven's keys
I was born with heaven's keys
I gotta find them again

Heaven's keys
I dropped heaven's keys
I was born with heaven's keys
I gotta find them again

It's getting late now, it's time to rush
If I leave now, I'll have way too much
But I'll do what I can
It's my duty here as a created man
I remember good things from the past
And now it's time for the future
When my time comes at last
I know i'm going to be prepared

Heaven's keys
I dropped heaven's keys
I was born with heaven's keys
I gotta find them again

Heaven's keys
I dropped heaven's keys
I was born with heaven's keys
I gotta find them again
I think to when i was five
And life was so much better
Pray with dad and read with mom
Memorize until supper
Suddenly life hands you more priorities
You think that you can make it on your own
It's time I turned things around
and I can find my faith and do good deeds

...so I found heaven's keys
Heaven's keys
I dropped heaven's keys
I was born with heaven's keys
I gotta find them again
Heaven's keys
I dropped heaven's keys
I was born with heaven's keys
I gotta find them again

***

Heaven's key = Kunci syurga

Have you found your heaven's key? If yes, congratulation!
But, if no, let's we find ours together ;')

Ok, friends. Till then, bye :)

.

Thanks for reading this entry ^_^

Lirik Lagu Faded - Alan Walker

Assalamualaikum semua :')

.

Hari ni, aku nak share satu lirik lagu favourite aku dengan korang semua.  Aku tak tau kenapa aku suka lagu ni. Tapi aku suka.

Aku tau lagu ni dari kawan aku pada mulanya. Lepas tu barulah dengar kat radio Hot FM.

Cuba korang dengar lagu ni dan fahami maksudnya. DEEP.

***

You were the shadow to my light
Did you feel us
Another start
You fade away
Afraid our aim is out of sight
Wanna see us
Alive

Where are you now
Where are you now
Where are you now

Was it all in my fantasy
Where are you now
Were you only imaginary
Where are you now
Atlantis
Under the sea
Under the sea
Where are you now
Another dream
The monsters running wild inside of me

I'm faded
I'm faded
So lost, I'm faded
I'm faded
So lost, I'm faded

These shallow waters, never met
What I needed
I'm letting go - a deeper dive
Eternal silence of the sea - I'm breathing
Alive

Where are you now
Where are you now
Under the bright - but faded lights
You've set my heart on fire
Where are you now
Where are you now
Where are you now
Atlantis
Under the sea
Under the sea
Where are you now
Another dream
The monsters running wild inside of me

I'm faded
I'm faded
So lost, I'm faded
I'm faded
So lost, I'm faded

***

Are you faded? HAHA.

Till then, guys. Have a nice day ;')
.

Thanks for reading this entry ^_^

Saturday, 25 June 2016

Review: Novel Rooftop Rant by Hlovate



Assalamualaikum semua :')


Februari Lepas aku ada baca novel Rooftop Rant. So, entry kali ni aku nak bagi review sikit pasal novel ni. Aku tahu dah ramai orang baca novel ni and buat review pasal novel ni. Almaklumlah, novel ni sebenarnya dah lama diterbitkan. Novel yang aku beli ni yang keberapa belas entah diulang terbit, aku tak pasti. Tapi yang aku tahu, Rooftop Rant ni novel lama. But, still novel ni ada peminatnya yang tersendiri. Well, novel Hlovate kan? Mestilah best.

Ok, malas tulis panjang-panjang. Nanti korang bosan pulak baca. Enjoy reading, ya >_<

***



lontarkan
...kalau tidak ia meracun
kongsikan
...walau hanya pada awan-awan

Mereka berbicara di atas bumbung
Episod hidup memang berbeza, tapi cerita mereka masih selari

Allah takkan bebankan hamba-Nya dengan
apa yang dia tak mampu!

Hidup tak selalunya lawa
Tak selalunya ada pelangi
Kalau nak kata a bed of roses pun, duri-durinya tetap ada
Kadang-kadang... bilamana 'malapetaka' itu datang,
terasa macam kena gelek ke bumi dek ahli sumo
Rasa macam dah tak mampu bangkit
Rasa macam dah tak mampu hela nafas

Dengarkan HLOVATE berbicara:
tentang hikayat Rooftop Rant dari pucak Wisma Topaz ini...
tentang Trisy dan Jade...

tentang bukit yang sayup di depan
tentang angin yang membawa salam di belakang
tentang lang sewah yang berlegar melayah di atas
tentang deretan kenderaan yang bersesak-sesak di bawah

dan mereka terus bercerita...
sesudah berani meruntuhkan tembok hati dan dinding rasa

mampukah dibeli tangga-tangga untuk mencapai cita-cita?

ini cerita sebuah bicara
bicara bumbung namanya...

***

Rooftop Rant.
Kalau dulu bila baca tajuk ni dengar macam pelik je.
Sangat pelik!

Rooftop Rant?
Apa tu?
Sejenis makanan ke?
Ataupun bangunan.

Itulah soalan yang telah aku ajukan kepada diri aku sendiri.

Tapi...
Bila aku dah baca novel ni sendiri,
Baru aku tahu apa itu Rooftop Rant.

Rooftop - Bahagian paling atas bangunan (Bumbung)
Rant - Berhujah dengan berapi-api

So, the conclusion is :

Rooftop Rant = Hero dan heroin novel ini rant di rooftop.

---

Novel ini mengenai seorang Batrisya = Trisy dan Zaid = Jade.

"We are in the same boat but in the different cabin." -Jade

Kisah mereka berdua hampir sama, tapi jalan ceritanya berlainan.


Trisy.
Seorang gadis berusia 16 tahun.
Anak orang kaya.
Tinggal di rumah besar.
Tapi itu semua langsung tak memuaskan hatinya.
Dia kaya harta.
Tapi miskin kasih sayang.

Ibu dan ayahnya sangat sibuk dengan kerja masing-masing.
Jarang berada di rumah.
Jika ada pun, mereka berdua pasti akan bergaduh.
Dan perkara itulah yang membuatkannya rasa sangat serabut.

Trisy ada seorang abang dan dua orang kakak.
Jazz.
Rina.
Tati.
Tapi, ketiga-tiga mereka semuanya tinggal di rumah yang berlainan.
Mereka tak nak tinggal dengan ibu dan ayah mereka sebab mereka serabut.
Dan, tinggallah Trisya dan Buk Jah berdua di rumah tu.
Memecahkan hening di banglo dua tingkat yang mewah tu.


Jade.
Anak kepada seorang pengetua dan suri rumah.
Mempunyai seorang abang dan adik lelaki.
Dia sering dibandingkan oleh abang dan adiknya.
Dibandingkan dengan taraf pendidikan dan akhlak.
Jade cuma menuntut di sebuah kolej swasta.
Manakala abang dan adiknya pula merupakan mahasiswa di IPTA terkemuka Malaysia.

Jade.
Seorang kartunis.
Melukis itu minatnya.
Mindanya penuh dengan imaginasi.


Trisy dan Jade.
Berkenalan tanpa dirancang.
Off-handed. Deadpan.

Trisy pengsan ketika berada di atas rooftop Wisma Topaz.
Pengsan kerana kekurangan gula di dalam badan.
Hypoglicemic.
Dan, Jade adalah penyelamatnya.
Jade membawanya ke sebuah klinik yang berpusat di bangunan Wisma Topaz itu juga.

Dan, cerita mereka bermula.
Ranting at the rooftop.
Sharing story and feeling.
Kidding and joking together.

"We're in the same boat but in different cabin." -Jade

Kisah mereka sama, tapi masih ada bezanya.


Selepas 3/4 bulan berkenalan, mereka terpaksa berpisah.
But, berpisah dengan suatu niat yang baik.
Trisy dihantar oleh ibu dan ayahnya ke Johor = Kampung ayah.
Dan, Jade masih setia berada di KL.


Hari berganti hari.
Minggu berganti minggu.
Bulan berganti bulan.
Dan, tahun berganti tahun.

Akhirnya, 5 tahun sudah berlalu.


Sepanjang 5 tahun itu, Trisy selalu mengirim surat kepada Jade.
Menceritakan segala kisah yang telah dilaluinya.
Jade pula membalasnya dengan melukis komik dengan team Hah Ha!


Kemudian masa berlalu.


Kisahnya berakhir dengan perkahwinan antara Jade dan Trisy.

Jade sudah tidak dibandingkan lagi dengan abang dan adiknya.
Dia kini berjaya dengan kerjayanya.
Menjadi seorang kartunis.
Menulis dan melukis komik.
Dan memberi inspirasi kepada seluruh penduduk bumi.
Jade...
This is your eternal happiness.

Trisy pula makin selesa dengan hidupnya.
Trisy yang 22 tahun bukan lagi seperti Trisy yang 16 tahun dulu.
Trisy sudah berubah.
Berubah kepada seorang gadis yang lebih baik.
Keluarganya juga sudah bercantun kembali.
Walaupun not-so-call happy family.
Trisy...
Ke mana sahaja kau pergi, kau tidak lagi keseorangan.


---

Terima kasih kepada atuk, nenek dan pak su kerana telah mengubah Trisy.

Terima kasih Trisy kerana telah merealisasikan impian Jade.

Terima kasih Hlovate kerana telah menulis novel ini.

Dan, terima kasih Ya Rabb kerana telah mengilhamkan idea ini kepada Hlovate.

Terima kasih.


---

Sedih.
Aku menangis.

Aku faham perasaan Trisy.
Ada family macam tak ada family.

Aku faham.

"Tapi kadang-kadang berjauhan dengan family itu lebih baik." -Hlovate

Sebab Trisy berubah selepas tinggal bersama atuk, nenek dan pak su -nya.
Ketika dia tinggal serumah dengan ibu dan ayahnya, hidupnya hancur.
Musnah. Barantakan.
Perbezaan yang sangat ketara.
Lebih 360o.


---

You call it boring
You call it drama
You call it cliche
You call it to mush spice
as for me,
I call it life
Welcome aboard.
~Hlovate

---

Hlovatulis...

                        "...ini hikayat sebuah bicara
                        bicara bumbung namanya..."

Al-Ankabut (29:2): Adakah mereka merasakan mereka telah beriman sekiranya mereka belum diuji?

            Ayat yang dipegang mengubat luka bila hati diuji. When faith is put at test. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Itu janji-Nya.

            Hidup tak selalunya indah
            Tak selalunya ada pelangi
            Kalau nak kata a bed of roses pun, duri-durinya tetap ada
            Kadang-kadang... calamity tu datang dan waktu tu rasa macam kena gelek ke bumi dek ahli sumo
            Tapi walau apa pun yang jadi... ingat apa yang Dia selalu pesan
            Allah takkan bebankan hamba-Nya dengan apa yang dia tak mampu

Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kasanggupannya. Ia mendapat pahala (daripada kebajikan) yang diusahankannya dan ia mendapat seksa (daripada kejahatannya) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami, janganlah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (al-Baqarah: 26)

            Dan bila kita rasa dah sungguh-sungguh tak lalu hingga wishing for penamat hayat....
            Pun Allah dah bagi cara-cara nak hadapi.

            Narrated from Anas: Rasulullah bersabda; 'None of you should long for death because of a calamity that had befalled him; and if he cannot, but long for death, then berdoalan, "Ya Allah, let me live as long as life is better for me, and take my life if death is better for me." (Sahih Bukhari 86351- O.P.362)

            Tapi jangan pulak kita mendoakan dipercepatkan mati pulak. Ini hanyalah kalau things're too much to bear. Mohonlah pada Allah untuk dilapangkan dan dipermudahkan urusan. Allah tu dekat.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah: 186)

            No matter what, no matter when, no matter when it doesn't at all make sense, DO NOT leave your Love Letter's Compilation (i.e kita punya the Ultimate Life Manual, the Quran). It is the thread to sanity even if everything else failed.

            Life breaks us all, but in the end, we are stronger in the broken places bak kata Hemingway.

            Dan betul... things are easier said than done
            Berat mata yang pandang, berat lagi bahu yang pikul
            Yakinlah pada Dia

May Allah bless
31012006_TJ
1630:11102008_TJ

***

Enjoy the quotes ^_^

"Some says chocolate will make you feel better, no matter how bad your state is."
~Hlovate, Rooftop Rant

"We can't have everything in life."
~Hlovate, Rooftop Rant

"There're sometimes when strangers are like family, and family are like strangers."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Two heads are better than one in brain storming."
~Hlovate, Rooftop Rant

"We'll never miss the water till the well runs dry."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Don't hurt to dream. Dare yourself to dream and dare yourself to fulfil it."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Live well or live hell, you choose. And it's you who decide whether the glass is half-full or half-empty."
~Hlovate, Rooftop Rant

The walls that we buils around us to keep out the sadness also keep out the joy.
~Jim Rohn

"When your heart is full of love, you'll see more of the beauty side of life."
~Hlovate, Rooftop Rant

"There are no more than what meet the eyes."
~Hlovate, Rooftop Rant

Kadangkala kita buta dengan keadaan keliling. Mata hanya bertumpu pada diri sendiri dan permasalahan yang terasa mengikat. Dan hanya itu sahaja. Bila mata dibuka dan mula menilai semula hidup jika dibandingkan dengan kisah orang lain, ada perkara yang patut disyukuri. Sebab memang tak ada manusia yang ada hidup yang sempurna. Hanya cara menilai dan menerima apa yang berlaku dalam hidup itu yang akan menentukan kita nak merasa derita atau bahagia. Live well or live hell? You choose. Your choice.
~Hlovate, Rooftop Rant

"Penderitaan sudah membantu kita untuk mencapai suatu batas yang tidak pernah dibayangkan."
~William James

"The flower that blooms in adversity is the most rare and beautiful of all."
~Hlovate, Rooftop Rant

Betul, kita belajar dengan ujian dan dugaan. Kita membesar dengan ujian dan dugaan. Kita dewasa dengan ujian dan dugaan. Kita matang dengan ujian dan dugaan. Hatta kita belajar untuk terus hidup juga dengan ujian dan dugaan. Dan kadang-kadang ujian dan dugaan itu bukan hanya kepayahan. Kesenangan pun satu ujian.
            "Kadang Allah menganugerakan nikmat dengan cubaan walaupun sangat       besar. Dan sudah menguji sesetengah kaum dengan nikmat."
            -Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni, La Tahzan, Jangan Bersedih, Don't Be Sad
Sebab kesenangan dan nikmat boleh buat orang lalai. Boleh buat orang lupa diri. Boleh buat orang lupa segalanya.
~Hlovate, Rooftop Rant

"Everything has its pros and cons. Dan manusia memang tak akan pernah puas hati dengan apa yang dia ada. It really depends on how the people take it."
~Hlovate, Rooftop Rant

Allah yang memegang hati. Allah yang membolak-balikkan hati. Allah yang memberi petunjuk dan hidayah. Allah yang mengetuk pintu hati untuk berubah. Berubah ke arah yang lebih baik atau sebaliknya. Berubah ke arah pencahayaan atau kesihatan. Allah juga yang memalingkan diri kalau kita yang terlebih dulu memalingkan diri daripada Dia yang patut disembah.
~Hlovate, Rooftop Rant

Bercita-citalah! Pancangkan cita-cita itu setinggi mungkin. Iringi dengan kesungguhan, perjuangan dan perngorbanan untuk mencapainya. Ingatlah, impian adalah titik mula gerak langkah kita, kesungguhan dan keyakinanmu bakal menentukan titik akhirnya.
~Hlovate, Rooftop Rant

"Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: Dan jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah syurga firdaus, sebab ia adalah syurga yang paling tinggi."

Kadang-kadang kita tak berapa nak sedar pun sebenarnya bila kita berubah. Dan kadang-kadang tak berapa nak sedar pun apa yang sebenarnya membuatkan kita berubah. Mungkin hanya orang keliling yang lebih dapat merasa dan melihat akan perubahan tu.
~Hlovate, Rooftop Rant

"Sometimes, when nobody gives a damn when you're crying, you'd better start laughing. Thought bitterly. Because you've nobody but yourself."
~Hlovate, Rooftop Rant

To hate others is ugly,
To hate yourself is uglier.
~Hlovate, Rooftop Rant

"It's much easier to spill to a stranger, spares the stigma and the judgement."
~Hlovate, Rooftop Rant

"It's much easier to be understood by somebody who has been there and done that."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Everybody has skeletons in their closet."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Reality hurts, truth bites, living kills, today tortures and yesterdays are just as bad, what else's new? The only comfort is knowing we're proudly smart enough to live life the way we want it, though others'll never fail to try to screw it for us, we prove them wrong. Again and again."
~Hlovate, Rooftop Rant

"A friend can be a good psychologist, but sometimes I doubt it vice versa."
~Hlovate, Rooftop Rant

"There're times when we want to be vulnerable though how thick skinned we appear."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Believing in God's love, live on because of His love, nothing can beat that, I know you'd agree."
~Hlovate, Rooftop Rant

"Kawan ialah seseorang yang kita selesa dengan dia. Yang kita rasa akan terima kita seadanya. Good and bad. Yang akan berdiri sebelah kita walaupun Taufan Andrew datang nak sapu. Walaupun come hell or high water."
~Hlovate, Rooftop Rant

Hubungan antara manusia dengan perasaan memang kompleks. Manusia... Kadang-kadang tak begitu perasan dengan apa yang ada di depan mata. Tambahan pula kalau hal-hal yang melibatkan hati dan perasaan.
~Hlovate, Rooftop Rant

Definisi untuk "the other half"?
=When we're better when we're with them.
~Hlovate, Rooftop Rant

Life is a matter of learning anyway. To get the best out of the deal is to get the best partner.
~Hlovate, Rooftop Rant

***

Sebenarnya aku nak tulis banyak lagi pasal novel ni, tapi aku tak tahu nak tulis macam mana. Aku tak tahu macam mana nak share cerita ni kat blog. Aku tak tahu. Sebab itulah, kalau kau tak pernah lagi baca novel ni, kau kena jugak cari, beli dan baca sebabnya novel ni saaaaaaaaaaangat best! Sungguh, aku tak tipu.

Novel ni ajar aku betapa pentingnya family, agama (islam) dan teman dalam kehidupan kita. Novel ni ajar aku tentang kehidupan. Novel ni ajar aku tentang manusia. Novel ni ajar banyak perkara. Novel ni beri banyak pengajaran. Memang tak rugi kalau baca novel ni. Vocabbulary pun bagus :) Kalau kau ni jenis yang kurang pandai dalam BI and malas nak belajar BI secara formal, bolehlah baca novel ni. It gonna helps you a lot. Seriously!

And one more thing, aku suka setiap novel yang Hlovate tulis termasuklah novel ni because she tells me something new. Such as songs.. Dulu, aku tak tahu pun pasal group Metallica. Aku tak kenal pun siapa tu Bethoven and aku tak sangka pulak yang Butterfinggers tu sebenarnya group dari Malaysia. And secara jujurnya, aku tak tau pun yang Butterfinggers tu wujud. Seriously, aku tak expect pun yang Loque which is ahli kumpulan Monoloque  tu rupa-rupanya bekas ahli kumpulan Butterfinggers. Serious ar...

Awok, awok bace eyh novel ni. Saye dok pakse tapi saye suroh je. Beh (best) ngak (sangat) awok kalu awok bace novel ni. Dok rugi ssiket (sikit) pong. Betoo (betul) ! Saye jaming!!

K, bye bye. Assalamualaikum.

Thanks for reading, all ^_^

Lirik Lagu Photograph - Ed Sheeran Dan Terjemahan

Assalamualaikum semua :') . Macam biasa, kalau aku share lirik lagu, mesti ada makna di sebalik lirik lagu tu. Tak kisahlah makna apa ...